“Cerita Tua”
Api yang membakar diri ke jantung
Menjalar luas ke ujung kota.
Rumah demi rumah menyala,
Gedung gugur. Segala yang indah
yang dicinta bangsa
Turut runtuh dibawah endapan asap
Dan tangkapan batu.
Malam panjang membenam seribu
malam.
Berhenti suara tangis dan rindu.
Lalu lahir pikiran baru
Lembut sebagai kupu
Melepaskan diri dari himpitan debu
Dan terbang dari batu ke batu
Dari kalbu ke kalbu.
Timbul semua yang tak pernah
dimimpi
Seni yang baru, kesusastraan,
filsafat, agama
Lebih agung dari semula
Membangun rumah, gedung, kota yang
lebih indah
Di muka bumi, di atas
derita yang menghangus sampai ke hati.
(April, 2012)
